Angga Weblog


Mengconnectkan Beberapa Router dengan Program Boson

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Juni 6, 2008

Pada percobaan kali ini menggunakan tiga router :

1. Router pertama menggunakan 1 serial dan 1 ethernet
2. Router kedua menggunakan 2 serial dan 1 ethernet
3. Router ketiga menggunakan 1 serial dan 1 ethernet

Setting e0 dan s0 pada router pertama :
Router#conf t
Router(config)#int e0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#end

Router#conf t
Router(config)#int s0
Router(config-if)#ip add 1.0.0.1 255.0.0.0
Router(config-if)#cl ra 64000
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#end

Setting e0,s0 dan s1 pada router kedua :
Router#conf t
Router(config)#int e0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#end

Router#conf t
Router(config)#int s0
Router(config-if)#ip add 1.0.0.2 255.0.0.0
Router(config-if)#cl ra 64000
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#end

Router#conf t
Router(config)#int s1
Router(config-if)#ip add 2.0.0.1 255.0.0.0
Router(config-if)#cl ra 64000
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#end

Setting e0 dan s0 pada router pertama :
Router#conf t
Router(config)#int e0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#end

Router#conf t
Router(config)#int s0
Router(config-if)#ip add 2.0.0.2 255.0.0.0
Router(config-if)#cl ra 64000
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#end

Proses me”Routing antar router”
Setting pada router pertama :

Router#conf t
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 1.0.0.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 1.0.0.1
Router(config)#ip route 2.0.0.0 255.0.0.0 1.0.0.1
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 1.0.0.1

Setting pada router kedua :
Router#conf t
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 1.0.0.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 2.0.0.2
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 1.0.0.2
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 2.0.0.2

Setting pada router ketiga :
Router#conf t
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 2.0.0.1
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 1.0.0.1
Router(config)#ip route 2.0.0.0 255.0.0.0 2.0.0.1
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 2.0.0.1

Layer Internet

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008

Layer Network

Lapisan Network bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik atau gelombang radio. Karena tugasnya ini, protokol pada layer ini harus mampu menterjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang di mengerti oleh komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis.

Layer Internet

Lapisan Internet bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu IP, ARP, dan ICMP. IP (Internet Protocol) berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. ARP (Address Resulotion Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk menemukan alamat hardaware dari host/komputer yang terletak pada network yang sama. Sedangkan ICMP (Internet Control Massage Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan dan melaporkan kegagalan pengiriman data.

Layer Transport

Layer Transport, berisi protokol yang bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Pada lapisan Transport menggunakan Acknowledgement positif dan Acknowledgement negative pada aliran datanya. Acknowlegment positif akan memberitahukan pesan apabila data yang di transferkan telah sampai sedangkan Acknowledgement negative jika paket yang ditransfer tidak sampai ke tujuan maka akan terjadi pengiriman ulang. Kedua protokol tersebut ialah TCP (Transmission Control Protokol) dan UDP (User Datagram Protocol).

Layer Aplikasi

Layer teratas adalah Aplication Layer. Pada layer inilah terletak semua aplikasi yang menggunakan protokol TCP/IP misalnya http, ftp, telnet, smpt dan lain sebagainya.

Kelas ipv4

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008

Kelas ADalam kelas A ini oktet (8 bit) pertama adalah netid. Di mana bit yang tertinggal pada netid  kelas A ini adalah nol (0) semua. Secara teori, kelas A ini memiliki 27 jaringan atau 128 jaringan yang tersedia. Secara aktual hanya ada 126 jaringan yang tersedia karena ada 2 alamat yang disisakan untuk tujuan tertentu. Dalam kelas A, 24 bit digunakan sebagai hostid. Jadi secara teori pula setiap netid memiliki 224 host atau 16.777.216 host/router. Kelas A cocok untuk mendisain organisasi komputer yang jumlahnya sangat besar dalam jaringannya. Kelas BDalam kelas B, 2 oktet digunakan sebagai netid dan 2 oktet sisanya untuk hostid. Secara teori pula, kelas B memiliki 214 netid atau 16.384 jaringan. Sedangkan banyaknya host setiap jaringan adalah 216 host atau 65.536 host/router. Dikarenakan ada 2 alamat yang akan digunakan untuk tujuan khusus, maka hostid yang tersedia efektif adalah sebanyak 65.534. Kelas B ini cocok untuk mendisain organisasi komputer dalam jumlah menengah. Kelas CDalam kelas C, 3 oktet sudah dimiliki untuk netid dan hanya 1 oktet untuk hostid. Sehingga secara teori banyaknya jaringan yang bisa dibentuk oleh kelas C ini adalah 221atau terdapat 2.097.152 jaringan. Sedangkan banyaknya host/router di setiap jaringan adalah 28host/router atau setara dengan 256 host. Juga dikarenakan penggunaan 2 hostid untuk tujuan khusus maka hostid yang tersedia efektif adalah sebanyak 254 host atau router.    Kelas DKhusus kelas D ini digunakan untuk tujuan multicasting. Dalam kelas ini tidak lagi dibahas mengenai netid dan hostid.Kelas EKelas E disisakan untuk pengunaan khusus, biasanya untuk kepentingan riset. Juga tidak ada dikenal netid dan hostid di sini.

Instalasi Linux Debian 4 (Text)

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008
  1. Booting pertama cdrom, lalu masukkan cd install debian.
  2. Ketikkan Install (untuk instalasi berbasis text), lalu enter.
  3. Setelah itu akan muncul pilihan bahasa yang digunakan, pilih saja American English.
  4. Kemudian muncul pilihan negara, pilih Indonesia melalui other — Asia — Indonesia.
  5. Selanjutnya muncul pilihan keyboard yang digunakan, pilih saja American English.
  6. Kemudian akan muncul konfigurasi network, pilih configure network manually dan masukkan IP Address, Netmask, Gateway, dan IP Address DNS Server.
  7. Masukkan Hostname, misalnya Edanzzz.
  8. Masukkan Domain name.
  9. Setelah itu proses instalasi akan menjalankan metode partisi harddisk, pilihlah manually partition.
  10. Masukan ukuran-ukuran sesuai yang Anda inginkan, misal : Untuk /root diberi 10 GB,untuk
    /home 5GB, dan untuk /swap adalah 2 kali RAM. Misal RAM yang dimiliki 512 jadi kita mengisi
    ukuran untuk /swap sebesar 1024 MB.
  11. Berikutnya proses pemformatan akan berlangsung. dan akhiri dengan Finish Partitioning.
  12. Kemudian muncul pemilihan zona waktu, pilih Jakarta +07 GMT.
  13. Setelah itu akan muncul root password, isikan password root.
  14. Full name account new, untuk menambah user baru.
  15. Use a network mirror, untuk bagian ini pilih saja NO.
  16. Choose software to install, pilih saja defaultnya “standard system”.
  17. Kemudian install GRUB loader, digunakan untuk memilih OS yang akan dijalankan pada saat booting pertama. Dengan catatan jika kita menggunakan dual booting.
  18. Installation complete.
  19. Restart dan linux debian siap untuk digunakan…..

Intalasi Linux Debian 4 (GUI)

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008
  1. Booting pertama cdrom, lalu masukkan cd install debian.
  2. Ketikkan Installgui (untuk instalasi berbasis grafik), lalu enter.
  3. Setelah itu akan muncul pilihan bahasa yang digunakan, pilih saja American English.
  4. Kemudian muncul pilihan negara, pilih Indonesia melalui other — Asia — Indonesia.
  5. Selanjutnya muncul pilihan keyboard yang digunakan, pilih saja American English.
  6. Kemudian akan muncul konfigurasi network, pilih configure network manually dan masukkan IP Address, Netmask, Gateway, dan IP Address DNS Server.
  7. Masukkan Hostname, misalnya Edanzzz.
  8. Masukkan Domain name.
  9. Setelah itu proses instalasi akan menjalankan metode partisi harddisk, pilihlah manually partition.
  10. Masukan ukuran-ukuran sesuai yang Anda inginkan, misal : Untuk /root diberi 10 GB,untuk
    /home 5GB, dan untuk /swap adalah 2 kali RAM. Misal RAM yang dimiliki 512 jadi kita mengisi
    ukuran untuk /swap sebesar 1024 MB.
  11. Berikutnya proses pemformatan akan berlangsung. dan akhiri dengan Finish Partitioning.
  12. Kemudian muncul pemilihan zona waktu, pilih Jakarta +07 GMT.
  13. Setelah itu akan muncul root password, isikan password root.
  14. Full name account new, untuk menambah user baru.
  15. Use a network mirror, untuk bagian ini pilih saja NO.
  16. Choose software to install, pilih saja defaultnya “standard system”.
  17. Kemudian install GRUB loader, digunakan untuk memilih OS yang akan dijalankan pada saat booting pertama. Dengan catatan jika kita menggunakan dual booting.
  18. Installation complete.
  19. Restart dan linux debian siap untuk digunakan…..

Instalasi Open Office

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008
Sebelum menginstall program tersebut kita lebih dahulu mendatabase-kan CD Debian agar mudah saat melakukan proses Instalasi dengan cara apt-cdrom add..

  1. Pertama masuk root terminal.
  2. Ketikkan “apt-cdrom add”.
  3. Lalu akan muncul pernyataan untuk Anda memasukan cd yang akan di databasekan.
  4. Kemudian masukkan CD Debian 1.
  5. Tunggu proses database CD.
  6. Kemudian ketikkan lagi “apt-cdrom add”.
  7. Masukkan CD Debian yang ke 2.
  8. Lakukan hal tersebut sampai CD Debian yang ke 8.

Setelah itu kita baru menginstall Openoffice  :

  1. Kemudian kita masuk ke “synaptic package manager” melalui desktop–administration–synaptic package manager.
  2. Tekan tombol ctrl+F atau search pada menu bar.
  3. Ketikkan “Openoffice”.
  4. Kemudian akan muncul package yang berhubungan dengan Openoffice.
  5. Pilih dan centang Openoffice.org, kemudian pilih apply pada menu bar.
  6. Setelah itu proses instalasi akan berlangsung.
  7. Kemudian akan muncul pernyataan untuk memasukkan CD Debian 1.
  8. Masukkan CD Debian 1 dan tekan enter untuk melanjutkan proses instalasi.
  9. Kemudian akan muncul pernyataan lagi perintah untuk memasukkan CD Debian 2.
  10. Masukkan CD Debian 2 dan tekan enter.
  11. Proses instalasi akan berlangsung.
  12. Setelah itu akan muncul “Succesfully Installation”, instalasi telah selesai.
  13. Openoffice siap digunakan.

Istalasi Wine

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008
Sebelum menginstall program tersebut kita lebih dahulu mendatabase-kan CD Debian agar mudah saat melakukan proses Instalasi dengan cara apt-cdrom add..

  1. Pertama masuk root terminal.
  2. Ketikkan “apt-cdrom add”.
  3. Lalu akan muncul pernyataan untuk Anda memasukan cd yang akan di databasekan.
  4. Kemudian masukkan CD Debian 1.
  5. Tunggu proses database CD.
  6. Kemudian ketikkan lagi “apt-cdrom add”.
  7. Masukkan CD Debian yang ke 2.
  8. Lakukan hal tersebut sampai CD Debian yang ke 8.

Setelah itu kita menginstall wine :

  1. Masuk ke “synaptic package manager” melalui desktop—administration–sypnatic package manager.
  2. Tekan tombol ctrl+F atau search pada menu bar.
  3. Ketikkan “wine”.
  4. Kemudian akan muncul package yang mengandung kata “wine”.
  5. Pilih dan centang libwine.
  6. Pilidan centang libwine gl.
  7. Pilih dan centang libwine alsa.
  8. Pilih dan centang libwine utils.
  9. Pilih dan centang libwine xwine.
  10. Pilih dan centang wine,  setelah itu apply ke 7 packages tersebut.
  11. Proses instalasi akan berlangsung.
  12. Setelah itu akan muncul perintah untuk memasukan CD Debian 2,4,1,5.
  13. Kemudian masukkan  CD Debian nya menurut yang diminta.
  14. Tunggu proses instalasi sampai selesai

Menginstall Program Windows Pada Linux Debian 4

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008
Menginstall Program TOEIC  :

  1. Pastikan komputer telah terinstall wine.
  2. Masukkan cd Install TOEIC.
  3. Masuk ke Terminal lalu masuk sebagai superuser.
  4. Masuk ke direktori medialalu masuk ke cdrom.
  5. Buka direktori TOEIC.
  6. Kemudian ketikkan wine SETUP.exe .
  7. Kemudian akan muncul kotak dialog instalasi TOEIC.
  8. Ikuti langkah-langkahnya.
  9. Kemudian masukkan product key.
  10. Tunggu proses instalasi sampai selesai.
  11. Kemudian jalankan program TOEIC melalui /root/.wine/drive_c/program file/ALA/TCM.exe lalu klik enter.
  12. Proses Instalasi program windows telah selesai.

Setting IP Pada Linux Debian 4

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008
  1. Klik pada Toolbar icon Application-System tool-Network tools.
  2. Kemudian konfigurasikan network device eth0.
  3. Setelah itu masukkan IPaddress, Subnet Mask, dan Gateway.
  4. Kemudian ping IPaddress melalui terminal.
  5. Jika komputer dapat mengenali IPnya sendiri, maka setting IP telah sukses.

Menjalankan Remote Desktop Pada Linux Debian 4

Posted in Uncategorized oleh anggaputra pada Januari 15, 2008
Pastikan komputer sudah terinstall linux debian dan Windows 2000 Server dan terhubung dalam satu jaringan.

  1. Jalankan komputer yang bersistem operasi linux Debian.
  2. Masuk ke root terminal.
  3. Kemudian Ping komputer satu dengan komputer dua.
  4. Jika komputer sudah saling mengenali, maka remote dekstop dapat dijalankan.
  5. Masuk ke root terminal.
  6. Ketikkan rdesktop (IP komputer yang lain).
  7. Jika komputer yang anda jalankan bisa menampilkan Windows 2000 Server. Maka Remote Dekstop sudah berhasil.
Laman Berikutnya »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.